![]() |
Guru adalah orang yang sangat berjasa terhadap semua manusia, yang dengannya manusia menjadi pintar, cerdas, kreatif, berkembang, dan lain-lain sebagainya. Ia adalah profesi yang amat mulia di sisi Allah swt, karena ia adalah salah satu sebaik-baik orang yang dibicarakah oleh orang termulia di dunia ini yakni Nabi Muhammad saw dalam sabdanya “Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberikan banyak manfaat kepada orang lain”. Dari hadist tersebut, bisa dipahami bahwa betapa guru itu memberikan manfaat begitu besar kepada siswa-siswinya, mulai dari siswanya tidak bisa membaca hingga ia bisa membaca, mulai dari tidak bisa menghitung hingga ia bisa berhitung, dan masih banyak lagi jasa guru yang apabila dituliskan dalam kertas ini tidak akan muat.
Guru hendaknya menjadi panutan atau teladan bagi anak didiknya, ia harus menjadi inspirator, ia harus menjadi orang yang penuh dengan kasih sayang, ia harus menjadi orang yang mempunyai banyak ilmu, ia harus menyelesaikan masalah dengan bijak, dan ia harus peka terhadap orang disekitarnya.
Sebagai guru hendaknya memperlakukan siswa-siswanya dengan baik, mengarahkan, membimbing, melatih, menegur, dan mengajarkan siswanya dengan penuh keikhlasan. Ketika guru mendapati siswanya melakukan kebaikan hendaknya diberikan apresiasi, apakah itu berupa bahasa verbal atau non verbal misalnya angkat jempol, memegang pundak atau kepalanya dengan penuh ramah.
Teringat dengan salah seorang siswa kelas dua di tempat mengajar, dia dipanggil Rizan, ia selama masuk kelas dua dia jarang masuk dikelas belajar, ia selalu main-main diluar kelas, ketika diajak masuk kelas oleh gurunya ia menolak awalnya, lama kelamaan guru ini marah dan memarahi dia, pada akhirnya dia tidak masuk lagi dikelasnya belajar karena ia menganggap gurunya akan marah lagi kepadanya. Ia seperti itu terus hampir selama satu semester. Untuk mengubah tingkah laku Rizan ini, guru itu mengubah pendekatannya, yang awalnya didominasi amarah, sekarang didominasi dengan penghargaan dan penghormatan kepada anak. Memang pada awalnya, didekati dengat sikap yang halus ia tetap tidak mau masuk kelasnya, namun karena sering dibujuk dengan halus dan penuh kehangatan ia akhirnya bisa masuk kelasnya untuk belajar, bahkan ia mengajak temannya masuk belajar kalau ada yang keluar. terakhir ia yang menjadi ketua kelas dikelasnya.
Dari sepenggal kisah di atas, bisa ditarik sebuah pelajaran bahwa sebagai guru hendaknya menghargai, menghormati siswa karena pada dasarnya manusia itu tidak ada yang mau dikasari, dihina, diejek. semua mau dihargai dan dihormati. Demikian juga anak-anak, ia butuh penghargaan dan penghormatan dari semua orang termasuk gurunya. Ketika ia salah maka hendaknya guru menyelesaikannya dengan bijak tanpa menyakiti hati siswa. ketika ia benar maka hendaknya guru memberikan apresiaasi supaya ia bisa mengulang lagi tingkah laku positif yang ia lakukan.Wallahu a’alam.
Artikel ini sudah pernah diterbitkan oleh pendaisonline.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar