Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang direncanakan dengan baik oleh guru untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi bisa dilakukan dikelas dengan menggunakan beberapa strategi. Antara lain strategi diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. Ketigal hal tersebut bisa dipilih salah satunya sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.
Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal dengan cara guru mematakan lebih awal kebutuhan belajar peserta didik melalui observasi, pengamatan dalam kegiatan pembelajaran, melaksanakan asesmen diagnostik, melihat rapor tahun ajaran yang lalu, dan kegiatan lain yang bisa mendeteksi kebutuhan belajar peserta didik. Dari usaha tersebut, guru diharapkan mampu menemukan kebutuhan belajar peserta didik dari segi kesedian belajar, minat dan profil belajar peserta didik. Setelah guru menemukan kebutuhan belajar peserta didik, guru selanjutnya memetakan kebutuhan belajar murid untuk dikategorikan. hasil pemetaan kebutuhan belajar tersebut menjadi acuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi.
Konsep pembelajaran berdiferensiasi ini sangat erat kaitannya dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang tugas guru yakni menuntun peserta didik sesuai dengan kodrat atau potensi yang dimiliki peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi yang direncanakan dan dilaksanakan oleh guru menuntun peserta didik untuk belajar sesuai dengan kodratnya atau kebutuhan belajarnya. Selain itu, Pembelajaran berdiferensiasi ini akan membuat peserta didik bahagia dalam belajar karena pembelajaran dirancang sesuai dengan bakat dan minat mereka.
Selanjutnya, salah satu nilai guru penggerak yang paling menonjol dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah inovatif. Guru menjadi inovatif karena berusaha menemukan cara baru yang dalam pembelajaran berusaha mengkaper kebutuhan belajar peserta didik. Pembelajaran diferensiasi tidak akan berhasil kalau tidak ada inovasi dari guru. Selain itu, salah satu peran guru penggerak adalah berpihak kepada peserta didik. Hal ini tentunya sangat erat dengan pembelajaran berdiferensiasi karena berpihak pada peserta didik yakni pembelajaran berdiferensiasi berusah untuk mememenuhi kebutuhan belajar peserta didik.
Pembelajaran berdiferensiasi ini merupakan salah satu jalan yang ditempuh untuk mewujudkan visi guru penggerak yakni mewujudkan peserta didik yang memiliki profil belajar Pancasila, salah satunya adalah bernalar kritis. Diharapkan dengan pembelajaran berdiferensiasi, peserta didik bisa menjadi pribadi yang kritis karena pembelajaran telah berusaha memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Pemenuhan kebutuhan belajar tersebut memberikan potensi kepada peserta didik untuk berpikir kritis.
Salah satu karakteristik berhasilnya proses pembelajaran berdiferensiasi adalah kemampuan guru dalam menejeman kelas dengan baik. Untuk membangaun menejemn kelas yang baik maka diperlukan keyakinan kelas yang telah disepakati bersama oleh anggota kelas. Apabila dalam proses pembelajaran, ada peserta didik yang melanggar maka guru bisa melakukan pendisiplinan peserta didik menggunakan metode restitusi untuk membangun kompetensi peserta didik dalam memecahkan masalahnya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar