Senin, 10 Oktober 2022

Coaching untuk Supervisi Akademik



Modul dengan judul Coaching untuk supervisi akademik sangat berarti buat saya karena memberikan saya pengetahuan bagaimana melakukan supervisi akademik dengan memunculkan potensi diri cochee. Coaching dengan metode alur TIRTA memberikan kemudahan kepada saya untuk melakukan praktek coaching.

Pada saat sesi ruang kolaborasi, kami diminta fasilitator untuk latihan coaching dengan teman. Saya merasa tidak percaya diri karena belum pernah menjadi coach. Pada saat berlangsung latihan, saya selalu memperhatikan alur TIRTA sehingga saya merasa bisa melakukan coaching. Setelah latihan tersebut, saya mulai percaya diri untuk melakukan coaching dengan alur TIRTA.

www.coachingindonesia.com

Berdasarkan hasil latihan dan praktek coaching, saya merasa masih perlu meningkatkan salah satu kompetensi coaching saya yaitu mengajukan pertanyaan berbobot. Hal ini perlu saya lakukan karena saya masih belum memiliki banyak pertanyaan berbobot dalam latihan dan praktek yang saya lakukan dengan teman.

Selanjutnya, coaching supervisi akademik akan memberikan manfaat yang banyak kepada para guru karena mereka dihadapi secara pribadi oleh superviser sehingga mereka tidak merasa canggung ketika berpendapat. Biasanya, ketika melakukan supervisi akademik secara kelompok, ada beberapa guru merasa canggung untuk menyampaikan tanggapannya di depan orang banyak. Berkaitan dengan hal tersebut, muncul dalam pikiran saya bahwa apabila kepala sekolah hendak mensupervisi gurunya dengan metode coaching maka diperlukan waktu yang banyak. Apakah hal ini akan efektif? mengingat membutuhkan waktu yang banyak. Secara pribadi, coaching akan lebih bermakna walau membutuhkan waktu yang banyak daripada melakukan supervisi akademik tanpa perbaikan kinerja dari guru.

Tantangan yang akan saya hadapi ketika hendak melakukan coaching adalah munculnya rasa canggung melakukan coaching pada guru senior mengingat mereka sudah lama menjadi guru. Hal ini bisa diatasi dengan melakukan komunikasi yang efektif dengan guru senior tentang tujuan dari coaching supervisi akademik. Saya yakin guru senior akan memaklumi dan siap berkolaborasi.

Sebelum mengenal metode coaching dalam supervisi akademik, supervisi yang saya lakukan bersama dengan pengawas adalah dengan memeriksa hasil kinerja saya sehingga membuat saya merasa tegang. Bahkan saya selalu berharap pengawas tidak datang ke sekolah untuk melakukan supervisi. Saya meras supervisi akademik seperti ini tidak bisa meningkatkan kinerja guru.

Penerapan coaching pada masa akan datang adalah saya akan menjadikan coaching bagian dari proses saya untuk membina peserta didik dan menjadi bagian dari proses saya untuk berkolaborasi dengan rekan guru. Saya akan melakukan coaching pada peserta didik yang memerlukan bimbingan. Saya juga akan melakukan coaching dengan rekan guru dalam rangka meningkatkan kompetensi.

Coaching pada peserta didik merupakan proses guru untuk menuntun peserta didik untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan filosopi Ki Hadjar Dewantara bahwa peran guru adalah menuntun peserta didik sesuai dengan kodranya. Selain itu, dengan coaching, peserta didik akan mengembangkan keterampilan sosial emosionalnya yaitu munculnya kesadaran diri, kesadaran sosial, menejemen diri, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Jika saya sudah terbiasa melakukan coaching dengan peserta didik maka saya akan dengan mudah mengetahui kebutuhan belajar peserta didik saya sehingga saya mempu melakukan pembelajaran berdiferensiasi untuk memksimalkan proses pembelajaran.

Adhitya Dwi Putra dalam jurnalnya yang berjudul Penerapan Coaching untuk Meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah dalam Supervisi Akademik menyampaikan bahwa coaching yang dilakukan kepala sekolah dalam rangka melakukan supervisi akademik pada gurunya akan meningkatkan kinerja guru sehingga bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini memberikan penguatan bahwa pentingnya metode coaching dalam supervisi akademik.

Sumber:

Putra, A. D. PENERAPAN COACHING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DALAM SUPERVISI AKADEMIK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar